Kontribusi sebagai Generasi Muda Terhadap Lingkungan

Generasi muda merupakan penerus bangsa. Selain tergolong dalam usia yang masih sangat muda,  generasi muda juga mempunyai masa depan yang  panjang. Di tangan generasi muda nasib suatu bangsa dipertaruhkan. Peran serta generasi muda sangat diperlukan dalam membangun suatu negara.  Keikutsertaan generasi muda dalam membangun suatu negara dapat dimulai dari hal yang paling kecil. Contohnya ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Lingkungan terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti manusia, hewan dan tumbuhan. Sedangkan komponen abiotik adalah segala sesuatu yang tidak bernyawa seperti air, tanah dan udara. Tentunya kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya harus terjaga dengan baik. Tidak hanya terjaga dengan baik tetapi  kelestariannya juga harus dipertahankan.

Agar remaja dapat terlibat aktif dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan yang baik, remaja harus dibekali tentang pengetahuan, kesadaran dan keterampilan tentang bagaimana menjaga kelestarian alam. Hal tersebut harus dibekali sejak dini agar lingkungan dan alam akan lebih baik ke depan. Dimulai dari hal yang paling kecil seperti membuang sampah di tempatnya. Seringkali kita sebagai manusia membuang sampah di sembarang tempat. Hal tersebut menunjukkan bahwa kita tidak sayang terhadap bumi dan tidak peduli akan dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari membuang sampah sembarangan. Biasanya tidak hanya dilakukan oleh generasi muda tetapi orangtua pun melakukannya. Kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan akan memberi ruang bebas bagi kuman, bakteri, dan sumber penyakit lain untuk berkembang biak. Oleh sebab itu, sebagai generasi muda yang merupakan penerus bangsa, kita harus tanamkan pada diri masing-masing untuk mencintai alam dan lingkungan.

Dengan membuang sampah pada tempatnya menunjukkan bahwa kita mempunyai sikap disiplin dan menghargai oranglain. Kini sudah banyak tempat sampah yang dapat kita temukan di jalan maupun di berbagai tempat. Biasanya terdiri atas tempat sampah organik dan non organik. Contoh sampah organik seperti kertas bekas, karton bekas,  kain bekas, daun pembungkus makanan dan sampah lain yang bahan bakunya  berasal dari bahan organik di alam, seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan.  Sampah non organik seperti sampah-sampah yang tidak mudah lapuk dan bahan bakunya bukan dari mahluk hidup, misalnya plastik, batu batere, bola lampu, kaca, barang bekas terbuat dari logam.  Adapun jenis sampah ketiga, yaitu yang termasuk kategori Bahan Beracun Berbahaya (B3), seperti batu batere bekas dan PCB yang tidak terpakai. Tujuan memisahkan jenis sampah berdasarkan kategori organik, non organik dan B3 untuk memudahkan pengelolaan sampah.

Remaja sangat perlu dibekali dengan sikap kreatif dalam mengelola lingkungan. Sebab remaja yang kreatif akan bisa mengelola sampah dan limbah menjadi berkah. Pengelolaan sampah juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko penyakit sekaligus emisi gas rumah kaca. Remaja yang memiliki kreativitas tinggi, dapat memanfaatkan sampah yang dianggap sebagai limbah serta pencemaran lingkungan itu menjadi suatu produk yang bermutu dan berguna atau bermanfaat bagi orang lain. Melalui proses pengolahan dan proses produksi dengan menggunakan keterampilan dan memoles sampah menjadi suatu keunikan akan memiliki nilai jual yang tinggi. Dari olahan sampah dapat dihasilkan sebuah karya. Salah satu contoh hasil karyanya adalah tas jinjing. Tas jinjing  dapat dibuat dari sisa pembungkus kopi instan atau makanan ringan lain. Contoh hasil karya lainnya seperti vas bunga beserta bunga plastik.

Selain membuang sampah pada tempatnya, kita dapat melakukan hal positif lain terhadap lingkungan. Seperti ikut dalam kegiatan Go Green. Go Green merupakan kegiatan peduli terhadap lingkungan dengan tujuan menciptakan lingkungan yang hijau. Contoh salah satu kegiatan Go Green adalah penghijauan. Penghijauan ini sangat banyak manfaatnya apabila diterapkan di lingkungan sekitar seperti di lingkungan rumah, jalan dan sekolah. Penghijauan ini dapat dilakukan dengan menanam tanaman obat-obatan, buah-buahan, sayuran dan juga tanaman-tanaman lainnya. Selain itu, penghijauan di lingkungan sekolah dapat juga dilakukan dengan cara meletakkan tanaman hias di dalam kelas, di depan kelas dan di sepanjang jalan melintas. Selain berfungsi untuk memperindah lingkungan sekolah, juga berfungsi untuk penyegaran. Dengan melakukan penghijauan, generasi muda dapat menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dan mempelajari bagaimana merawat serta memperindah lingkungan.  Selain itu, generasi muda dapat belajar mengenai tanaman, seperti mengenal jenis-jenis tanaman serta mengamati pertumbuhan dan perkembangbiakkannya.

Hal lain yang dapat kita lakukan sebagai wujud peduli terhadap lingkungan adalah membuat komunitas berkebun. Tujuan dari membuat komunitas berkebun adalah memanfaatkan lahan kosong. Dengan bergabung dalam komunitas berkebun, kita dapat mengetahui pengetahuan tentang berkebun dan juga menjadi motor penggerak dalam komunitas berkebun. Selain itu, lahan yang digunakan untuk berkebun dapat menjadi subur dan menjadi sarana resapan air sehingga air hujan tidak meluap ke jalan umum dan menyebabkan banjir. Dalam segi ekonomi, diharapkan hasil berkebun dapat membantu perekonomian pengelolanya.

Selain bergabung dalam komunitas berkebun, kita juga dapat berkebun di pekarangan rumah. Dengan teknik berkebun di pekarangan rumah yang baik, kita tidak memerlukan lahan yang luas untuk berkebun. Adapun keuntungan dari berkebun di pekarangan rumah adalah kita dapat mengenal berbagai macam bentuk daun, berbagai jenis akar, nama bunga dan bagian-bagiannya, nama buah dan bagian-bagiannya, dan belajar mengenai tumbuhan dan bagaimana tumbuhan itu dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu, berkebun di rumah juga dapat memunculkan kreativitas pada diri kita. Yaitu mengenai bagaimana cara kita menanam dan merawat tanaman agar tumbuh subur sampai siap untuk dipanen. Apabila hasil dari berkebun kita sukses, pasti panennya berlimpah dan dapat dikonsumsi oleh keluarga. Kalaupun tetap berlebih, hasil panen dapat dijual dengan menitipkannya kepada tukang sayur.

Kegiatan lainnya yang dapat kita lakukan adaah Green Transportation. Green transportation adalah penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Green transportation dapat dilakukan dengan cara berjalan kaki, penggunaan sepeda dan penggunaan transportasi publik. Hal-hal tersebut dilakukan untuk mengurangi polusi udara akibat asap berbagai kendaraan yang mengandung berbagai gas karbon monoksida yang dapat berpengaruh terhadap kenyamanan hidup dan kesehatan manusia. Contohnya apabila jarak dari rumah ke sekolah dekat, dapat kita lakukan dengan berjalan kaki atau naik sepeda. Contoh lainnya adalah mengurangi perjalanan yang tidak perlu. Selain menghemat bahan bakar minyak, kita dapat mengurangi polusi udara juga.

Kontribusi terhadap lingkungan dapat juga dilakukan dengan membangun suatu lingkungan menjadi lingkungan yang maju. Seperti di daerah Garut, udaranya masih sangat sejuk dan pemandangannya indah, hampir di sepanjang jalan kita dapat melihat gunung. Selain itu, lahan pertanian sangat luas dan peternakan kuda, sapi, kambing masih terus berjalan. Karena kebanyakan mata pencaharian penduduk disana ialah bercocok tanam dan beternak. Dengan lingkungan yang masih bagus, udara yang masih sejuk, dan pemandangan yang indah, saya ingin membangun suatu usaha disana. Seperti membangun resort dan cafe di atas perbukitan. Tentunya harus dipilih lokasi yang strategis sehingga menarik minat para pengunjung. Pemilihan lokasi resort dan cafe di atas perbukitan agar memliki daya jual pemandangan yang sangat indah.

Kontribusi terhadap masyarakat disana, saya akan mempekerjakan masyarakat yang belum mempunyai pekerjaan menjadi karyawan serta pelayan di resort dan cafe tersebut. Selain itu, bahan-bahan makanan akan saya ambil dari hasil pertanian disana. Membangun sebuah resort di atas perbukitan juga harus memperhatikan lingkungannya. Tentunya ada beberapa kehidupan makhluk hidup terganggu akibat pembangunan tersebut. Jadi, lingkungannya pun harus diperhatikan juga. Kontribusi terhadap lingkungannya, pembangunan harus tetap berprinsip pada wawasan lingkungan yang berkelanjutan. Pembangunan jangan sampai merusak ekosistem yang akan berdampak pada hilangnya sumber mata pencaharian warga. Pembangunan juga harus memperhatikan kondisi tanahnya. Lokasi pembangunan harus berada pada kawasan dengan tanah yang tidak rawan bencana longsor dan erosi. Tentunya tahap konstruksi juga harus diperhatikan. Tahap konstruksi yaitu tahap pembangunan resort dan cafe. Yang harus diperhatikan ialah kemacetan lalu lintas, penurunan kualitas udara, penurunan kualitas air, dan kesehatan masyarakatnya. Demikianlah kontribusi saya terhadap lingkungan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s